Senin, 14 Desember 2009

SIKLUS HIDUP PERANGKAT LUNAK BERORIENTASI OBJECT

SOFTWARE LIFE CYCLE OBJECT ORIENTED
  • Software seperti manusia
  • Software memiliki siklus hidup
  • Software didalam suatu sistem mula-mula perlu dikonseptualisasi terlebih dahulu.
  • Software akan menjadi mati pada akhirnya
  • Periode diantaranya disebut siklus hidup software
MODEL SIKLUS HIDUP SOFTWARE
  • Model Build-and-Fix
Banyak produk dikembangkan dengan model ini, Model ini tanpa spesifikasi atau desain, hanya membangun produk atau merombaknya sebanyak mungkin untuk memenuhi kepuasan pelanggan
  • Model Waterfall 
 


Termasuk model yang mudah dipahami dan di implementasikan, sangat luas digunakan dan dikenal secara teori, model ini juga memperkuat kebiasaan yang baik.disamping keuntungan tersebut, model ini juga mempunyai kekurangan antara lain : kesulitan dalam akomodasi perubahan, tidak realistis untuk mengharapkan requirement yang akurat pada awal proyek.

  • Model Rapid-Prototyping




Teknik Rapid prototyping merupakan model pengembangan yang tidak memperhatikan struktur internal, dan penggunaan model Rapid prototyping adalah menentukan kebutuhan nyata klien dan membangun model secara cepat untuk mempersingkat proses pengembangan software

  • Model Incremental




Produk software dirancang, diintegrasikan, dan diuji sebagai suatu rangkaian komponen yang dibangun secara meningkat dimana suatu komponen terdiri dari potongan kode dari berbagai modul yang saling berinteraksi, namun kadang-kadang perlu untuk melakukan spesifikasi ulang, desain ulang, kode ulang atau paling buruk membuang apa yang sudah selesai dan memulai lagi.

  • Model Spiral



Ide untuk mengurangi resiko melalui penggunaan prototype maupun cara-cara lain merupakan konsep yang mendasari penggunaan model spiral, suatu model spiral yang disederhanakan merupakan model waterfall dimana tiap tahapnya didahului oleh analisis resiko. sebelum melakukan tiap tahap perlu adanya upaya untuk mengontrol resiko, jika tidak memungkinkan untuk mengontrol semua resiko secara signifikan, proyek bisa segera dihentikan.
  • Model Concurrent Development




Model dimana semua aktivitas software development dapat mulai secara bersamaan, masing-masing aktivitas dapat dijabarkan menjadi beberapa keadaan (state), walaupun aktivitas dapat dimulai secara bersamaan tetapi state untuk masing-masing aktivitas dapat saja berbeda karena state aktivitas yang satu dapat menjadi pemicu (trigger) perpindahan state aktivitas yang lain.

  • Model Formal Methods
Kumpulan aktivitas yang mengarah ke pembentukan spesifikasi matematis dari software komputer, dan memerlukan pengembangan notasi matematis namun pengembangan metode ini banyak memerlukan waktu dan biaya dan para pengembang software harus memiliki pengetahuan yang cukup untuk menerapkan model ini, model ini juga sulit digunakan untuk berkomunikasi dengan pelanggan yang tidak memahami notasi matematis.